Minggu, 25 Juli 2010

Home » » Wanita Sholihah (Bagian Kedua)

Wanita Sholihah (Bagian Kedua)


Lanjutan Wanita Sholihah Bagian Pertama :



Keempat, membantu suaminya dalam urusan akhirat. Rasulullah saw. bersabda :
 "Hendaklah salah seorang di antara kalian mempunyai kalbu yang bersyukur, lisan yang senantiasa berzikir, dan istri yang beriman yang dapat membantumy dalam urusan akhirat". (HR Ibn Majah)

Abdurrahman ibn Abza juga menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah berkata (yang artinya, "Seorang wanita shalihah bagi seorang laki-laki adakah seperti mahkota yang bertahtakan emas di atas kepala seorang raja. Sebaliknya, seorang wanit yang buruk bagi seorang laki-laki adalah seperti beban yang berat di pundak seorang laki-laki" (HR Ibn Abu Syaibah)

Kelima, memiliki bekal agama yang baik, Ibn Majah meriwayatkan dari 'Abdullah ibn 'Amr ia berkata ; Rasulullah saw. bersabda :
"Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya karena kecantikannya itu akan menjadikan berlebihan; jangan pula kalian menikahi wanita karena hartanya karena hartanya itu akan membuatnya membangkang. Nikahilah wanita atas dasar agamanya. Sesungguhnya seorang hamba sahaya perempuan yang hitam legam yang memiliki kebaikan agama adalah lebih utama". (HR Ibn Majah)

Abu Adzinah ash-Shudfi menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda :
"Sebaik-baik istri kalian adalah yang penyayang, banyak anak (subur), suka menghibur, dan membantu jika ia bertakwa kepada Allah". (HR al-Baihaqi)

Kenam, mempergauli suaminya dengan baik untuk memelihara keridhaannya. Dalam hal ini, Asma' binti Yazid al-Asyhaliyah menuturkan bahwa ia pernah datang kepada Nabi saw. yang sedang berkumpul bersama para. Ia kemudian berkata kepada beliau :

"Demi bapakku, Engkau, dan ibuku; Rasulullah, aku adalah utusan para wanita kepada. Sesungguhnya belum ada seorang wanita pun, baik di timur maupun di barat, yang terdengar darinya ungkapan seperti yang akan aku ungkapkan atau belum terdengar seorang pun yang mengemukakan seperti pendapatku. Sesungguhnya Allah Swt, mengutuskan kepada laki-laki dan wanita seluruhnya hingga kami beriman kepadamudan Tuhanmua. Akan tetapi, sesungguhny kami, para wanita, terbatasi dan terkurang oleh dinding-dinding rumah kalian (para lelaki), memenuhi syahwat kalian, dan mengandung anak-anak kalian. Sesungguhnya kalian, wahai para lelaki, mempunyai kelebihan dari pada kami dengan berkumpul dan berjamaah, melakukan kunjungan kepada orang sakit, menyaksikan jenazaha, menunaikan ibadah haji demi ibadah, dan yang lebih mulia lagi dibandingkan dengan semua itu-jihad di jalan Allah. Sesungguhnya jika salah seorang dari kalian keluar untuk menunaikan ibadah haji, menghadiri pertemuan, atau berjaga di perbatasan, kamilah yang menjaga harta kalian; yang mencucikan pakaian kalian; dan yang mengasuh anak-anak kalian. Lalu apakah adak kemungkinan bagi kami untuk bisda menyamai kalian dalam kebaikan, wahai Rasulullah"

Rasulullah saw. menoleh kepada para sahabat seraya berkata. "Apakah kalian mendengar perkataan wanita ini. Susungguhnya, adakah yang lebih baik dari apa yang diungkapkannya berkaitan dengan urusan agamanya ini"?

para sahabat berkata. "Wahai Rasulullah, kami tidak menyangka bahwa wanita ini tertunjuki kepada perkataan tersebut".

Rasulullan saw. lalau menolah kepada wanita tersebut seraya bersabda. "Pergilah kepada wanita mana saja dan beritahulah mereka yang ada di belakangmu, bahwa kebaikan salah seorang di antara kalian (para wanita) dalam memperlakukan suaminya, mencari keridhaan suaminya, dan mengikuti keinginannya adakah mengalahkan semua itu". (HR al-Baihaqi)

Mendengar sabda Rasulullah saw itu, wanita itu pun pergi seraya bersuka cita. Ia kemudian menyampaiakn kabar gembira itu kepada kaumnnya.

Di antara kebaikan pergaulan wanita terhadap suaminya adalah ia tidak berpuasa sunnah jika suaminya berada di rumah, kecuali seizin suaminya; juga tidak mengizin mahram-nya berada di rumah suaminya, kecuali seizin suaiminya. Abu Hurairah r.a. menuturkan bahwa Rasulullan saw. pernah bersabda :
"Tidak halal bagi seorang wanita berpuasa (sunnah), sedangkan suaminya berada di rumahnya, kecuali seizin suaminya; jangan pula ia mengundang seseorang ke rumah suaminya keculia seizin suaminya". (HR al-Bukhari dan Muslim)

Termasuk kebaikan pergaulan istri kepada suaminya adalah bahwa ia tidak mendirikan shalat sunnah pada malam hari, kecuali seizin suaminya. Ibn 'Abbas menuturkan bahwa Rasulullah saw. bersabda :
"Janganlah seorang wanita mengizinkan seseorang berada di rumah suaminya kecuali dengan izin suaminya dan janganlah ia bangkit dari tempat tidurnya lalu mendirikan shalat sunnah kecuali dengan izin suaminya". (HR ath-Thabrani)

Di antara kebaikan pergaulan istri terhadap suaminya adalah keridhaannya jika suaminya memarahinya. 'Abdullah bi 'Abbas menuturkan bahwa Rasulullan saw pernah bersabda :
"Ingatlah aku telah memberitahu kalian tentang istri-istri kalian yang akan menjadi penduduk surga, yaitu yang penyayang, banyak anak (subur), dan banyak memberikan manfaat kepada suaminya; yang jika ia menyakit suaminya atau disakiti, ia segera datang hingga berada di pelukan suaminya, kemudian berkata. (Demi Allah, aku tidak bisa memejamkan mata hingga engkau meridhaiku)". (HR al-Baihaqi)

Semua sifat di atas adalah sifat-sifat yang seharusnya menjadi sifat para wanita.
Sebaliknya, ada sifat-sifat yang justru harus dijauhi oleh para wanita, Akan dibahas para postingan berikut di Wanita Sholihah bagian ketiga (terakhir)

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mali Siparappe, Rebba Sipatokkong, Malilu Sipakainge, Sipakatau Sipakalebbi.
Komentar sahabat-sahabat sangat membantu saya untuk lebih baik "TERIMA KASIH SEBELUMNYA"
Bila sahabat-sahabat ingin TUKERAN LINK klik aja DI SINI

Bursa Jual Beli dan Sewa Menyewa