Minggu, 19 September 2010

Home » » Mengapa : Langit Berwarna BIRU?, Terjadi Awan?, Bisa Terjadi Petir?

Mengapa : Langit Berwarna BIRU?, Terjadi Awan?, Bisa Terjadi Petir?

MENGAPA LANGIT BERWARNA BIRU?
MELIHAT langit siang berwarna biru, indah bukan? Mengapa bisar berwarna biru ya? Atmosfir bumi mengandung molekul gas kecil dan partikel (butiran) debu. Sinar matahari yang memasuki atmosfir tersebut bertemu dengan molekul gas dan partikel debu tadi.

Warna sinar yang memiliki gelombang sinar lebih panjang merah dan kuning, dapat melewati dan menembus molekul gas dan debu tadi. Tetapi wana biru yang memiliki gelombang sinar lebih pendek dipantulkan kembali ke atas atmosfir. Itulah mengapa langit terlihat berwarna biru. Prinsip yang sama berlaku juga dengan di laut atau danau yang terlihat berwarna biru.


MENGAPA TERJADI AWAN?
PANAS dari matahari akan menyebabkan air laut, sungai dan danau menguap. Uap air yang hangat tersebut akan bergerak naik ke atas, dan saat uapa tersebut naik, uap air mulai menjadi dingin. Hasilnya, uap air tersebut mulai berkondensasi membentuk kembali butiran-butiran air.
kumpulan dari butiran-butiran air di langit tersebut yang kita kenal sebagai awan. Butiran-butiran air yang makin lama makin membesar akhirnya akan jatuh kembali ke bumi sebagai hujan. kadangkala, suhu udara yang terlalu dingin membuat butiran-butiran air tersebut membeku membntuk es dan jatuh kembali ke bumi sebagai salju.
     

MENGAPA BISA TERJADI PETIR?
KAMU tidak takut petir kan? Mau tau bagaimana bisa terjadi petir? Sebenarnya petir terjadi akibat perpindahan muatan negatif menuju ke muatan positif. Menurut batasan fisika, petir adalah lompatan bunga api raksasa antara dua massa dengan medan listrik berbeda. Prinsip dasarnya kira-kira sama dengan lompatan api pada busi.
Petir adalah hasil pelepasan muatan listrik di awan. Energi dari pelepasan itu begitu besarnya sehingga menimbulkan rentetan cahaya, panas, dan bunyi yang sangat kuat yaitu geluduk, guntur, atau halilintar. Geluduk, guntur, atau halilintar ini dapat menghancurkan bangunan, membunuh manusia, dan memusnahkan pohoh.
Sedemikian raksasanya sampai-sampai ketika petir itu melesat, tubuh awan akan terang dibuatnya sebagai akibat udara yang terbelah, sambarannya yang rata-rata memiliki kecepatan 150.000 km/detik itu juga akan menimbulkan bunyi yang menggelegar.

Sumber : Harian Fajar

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mali Siparappe, Rebba Sipatokkong, Malilu Sipakainge, Sipakatau Sipakalebbi.
Komentar sahabat-sahabat sangat membantu saya untuk lebih baik "TERIMA KASIH SEBELUMNYA"
Bila sahabat-sahabat ingin TUKERAN LINK klik aja DI SINI

Bursa Jual Beli dan Sewa Menyewa