Sabtu, 21 Agustus 2010

Home » » Mengalkulasi Pahala dan Dosa

Mengalkulasi Pahala dan Dosa

 Bagi sebagian besar orang pahala dan dosa merupakan sesuatu yang tidak bisa diukur apalagi dihitung secara matematis. Sejauh ini, belum ada satu ulama yang berhasil memproduksi satu gagasan terkait teknik menghitung pahala dan dosa manusia. Formulasi mengalkulasi pahala dan dosa, hingga kini belum ditemukan.
Hal inilah yang menstimulasi guru besar dan sosiologi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Prof. Dr. Hamdan Juhannis, MA., PhD menggagas wacana untuk memproyeksikan kalkulasi atau teknik menghitung pahakal dan dosa bagi umat Islam. Gagasan tersebut dilontarkannya saat mengisi pengajian rutin setiap zuhur yang dilaksanakan oleh Seksi Dakwa Masjid Ibnu Raja Fath di Kampus II UIN Alauddin.
Kendati gagasan tersebut masih prematur atau masih baru tetapi menurutnya, jika forumulasi tersebut bisa ditemukan, maka setiap orang bisa menghitung pahala dan dosa yang setiap saat dilakukan. Dari sana pula, manusia akan mengetahui ke mana arahnya jika meninggal apakah akan masuk surga atau negara. Ini berarti teknik menghitung pahala dan dosa merupakan pemandu bagi kita untuk menimbang diri dan menjadi petunjuk berprilaku kita.
salah satu landasan yang dipakai untuk mendukung gagasan ini adalah Firman Allah dalam QS al-Isra' (7):4, yang berbunyi "Bacalah kitabmu, cukuplah dirim sendiri pada waktu ini sebagai penghitung atas dirimu sendiri". Ayat ini, terang dia, berkaitan dengan penunjukan akumulasi amal dan dosa bagi setiap orang saat di akhirat nanti.
Bukan cuma itu, banyak diktum Al-quran dan hadist menyediakan data matematis tentang pahala dan dosa. Artinya banyak dalil yang menyebutkan nominal pahala atau dosa jika suatu amalan tertentu dilakukan. Misalnya dalil yang mengatakan bahwa bila seseorang salat sendiri, maka ia mendapatkan pahala satu dan bila dilakukan dengan berjamah, maka dapat pahala 27.
Contoh lain misalnya, dalil yang mengatakan bila seseorang berniat baik akan mendapat pahala satu dan jika dilakukan mendapat lagi pahala 10. Demikian juga jika berniat melakukan dosa dinilai nol, nanti setelah dilaksanakan baru dihitung satu dosa. "Perlu ada keberanian untuk memetakan bagaimana argumentasi kita tentang dosa besan dan dosa kecil.

Catatan : Wacana ini masih sebatas wacana, masih perlu pengkajian yang lebih mendalam. karena pasti banyak pendapat-pendapat lain yang berupa sangahan atau apapun namanya. wallahu'alam. Hanya Allah yang tahu karena Dialah Yang Maha Segalanya. Kita sebagai hamba-Nya hanya bisa berusaha, beriktiar, berdoa supaya kita bisa menjadi manusia yang bertaqwa apalgi di bulan Ramadhan ini.

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mali Siparappe, Rebba Sipatokkong, Malilu Sipakainge, Sipakatau Sipakalebbi.
Komentar sahabat-sahabat sangat membantu saya untuk lebih baik "TERIMA KASIH SEBELUMNYA"
Bila sahabat-sahabat ingin TUKERAN LINK klik aja DI SINI

Bursa Jual Beli dan Sewa Menyewa