Rabu, 25 Agustus 2010

Home » » Putuskan Silaturahmi, Dibenci ALLAH

Putuskan Silaturahmi, Dibenci ALLAH

SILATURAHMI dalam pandangan Islam merupakan nilai yang bersifat universal. Hal ini penggunaannya tidak terikat atau tidak dibatasi waktu, dan tidak hanya terikat pada umat seagama. Namun kapanpun dan kepada siapapun, seagama atau berbeda agama, silaturahmi dianjurkan untuk diterapkan. Sebab Islam membenci orang-orang yang memutusakan silaturahmi.


SILATURAHMI berasal dari bahasa Arab, terdiri atas SILAH dan RAHMI. SILAH diasosiasikan dengan kata "qarabah" yang berarti hubungan dan kata RAHMI menunjuk kepada "qarabah" yang berarti kerabat. Atau juga diartikan "mustauda, al-janin" yang berarti rahim atau peranakan. Rahim seakar dengan kata Rahmah dari kata "Rahima" yang mengandung arti menyayangi atau mengasihi. Di sini secara harfiah SILATURAHMI bisa diartikan dengan menghubungkan kasih sayang.
Selain itu, SILATURHAMI merupakan bahasa Al-quran dan juga digunakan Rasulullah saw misalnya QS ar-Ra'du (13):21, yang berbunyi : "Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk".
Umat Islam sangat dilarang memutuskan tali silaturahmi. Salah satu dasarnya adalah hadis diriwayat oleh Imam Tirmidzi, yang berbunyi : "Dari Abu Bakar ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, tidak ada satu dosa yang lebih berhak untuk disegerakan siksaannya di dunia meskipun ada simpanan diakhirat, kecuali dua yaitu kezhaliman dan memutuskan silaturhami".
Dan malah Allah melakna orang-orang yang memutuskan silaturahmi. Hal ini sesuai dengan firman-Nya dalam QS Muhammad : 22-23 yang berbunyi : "Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa, maka kamu akan membuat kurusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluarga? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan situlikannya telinga mereka, dan dibukakannya penglihatan mereka".
Sementara itu silaturahmi khusus merupakan hubungan silaturahmi kepada kerabat dan seagama. Bentuknya dengan cara membantunya dengan harta, dengan tenaga, menolong menyelesaikan masalanya, berusaha menolah kemudaratan yang menimpanya dan berdoa, dan membimbing agamanya karena takut adzab Allah juga diartikan dengan silaturahmi kepada kerabat mu'min, yaitu menghubungkan karena imamnya,ihsan, memberi pertolongan, mengasihi, menyampaikan salam menegok yang sakit, membantu memperhatikan haknya.

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mali Siparappe, Rebba Sipatokkong, Malilu Sipakainge, Sipakatau Sipakalebbi.
Komentar sahabat-sahabat sangat membantu saya untuk lebih baik "TERIMA KASIH SEBELUMNYA"
Bila sahabat-sahabat ingin TUKERAN LINK klik aja DI SINI

Bursa Jual Beli dan Sewa Menyewa